Pada 6 juni 2008 pukul 15.00-16.00, Vivin dan saya mewakili Ulayat ikutan nimbrung di udara sebagai pembicara di “Pro Anda dan Listener Solution”, sebuah acara dialog di RRI Pro 2 FM Bengkulu. Acaranya disiarkan langsung (lewat radio pastinya..) di chanel 105.1 Mhz. Kami memanfaatkan kesempatan itu untuk memberi informasi pada para pendengar di Bengkulu, mengenai persoalan lingkungan hidup yang sedang terjadi di Daerah Aliran Sungai Air Bengkulu.

DAS ini hulunya berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan hilirnya di Kota Bengkulu. Sungai Air Bengkulu sedang tercemar, padahal sungai ini adalah sumber bahan baku air minum bagi pelanggan PDAM Kota Bengkulu. Tak urung, saat ini warga Kota Bengkulu yang menjadi pelanggan perusahaan penyedia air minum milik Pemkot Bengkulu, dipaksa mengkonsumsi air yang tidak layak minum!

Sampel air PDAM Kota Bengkulu mengindikasikan tingkat kekeruhan serta kandungan bahan kimia Chromium dan Copper sudah jauh melebihi ambang batas yang diperbolehkan untuk memenuhi standar bahan baku air minum. Chromium merupakan limbah yang berasal dari pertambangan batubara. Kandungan Kalsium dan copper juga sangat tinggi, yang berasal dari limbah dua pabrik karet yang buang limbahnya ke Sungai Air Bengkulu.

Kurang lebih 40% dari total masyarakat kota Bengkulu mendapat pasokan air minum melalui perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang bersumber pada DAS Air Bengkulu. Tapi informasi mengenai pencemaran air minum dari sungai Bengkulu ini belum tersampaikan kepada masyarakat. Padalah masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang layak, apalagi ini menyangkut air minum, kebutuhan yang paling dasar. (Imrodili) disamapaikan oleh yayasan Ulayat


0 komentar: